Kebenaran tumbuh di mana saja. Keunikan dan keajaiban dapat muncul di semua tempat. Kebijakan dan kebajikan hidup bermekaran di segenap pelosok dunia termasuk di tempat yang tidak pernah kita kenal sebelumnya. Kebenaran, keunikan, serta keajaiban pun tumbuh subur di bekas negeri komunis Rusia. Kumpulan catatan perjalanan pengembaraan selama hampir empat tahun di negeri beruang putih (dulu be…
Elien Utrecht (1921) melukiskan jalan hidupnya dengan tekanan utama pada periode Indonesia yang baru merdeka. Ia menulis dengan cara yang sangat terkendali dan berimbang, sebagai seorang pengamat yang cerdas, dan tidak berpikir hitam-putih. Dalam genre kenang-kenangan tentang Hindia, buku ini tergolong bermutu, juga karena kehidupan di masa pemerintahan Soekarno yang jarang dilukiskan, serta me…
Daoed Joesoef adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1978-1983) yang sejak kecil gemar belajar. Saat beranjak dewasa, dia sengaja merantau, meninggalkan kampung halaman, semata-mata untuk memburu ilmu pengetahuan. Daoed Joesoef menyadari, tuntunan ibunyalah yang telah mengubah dirinya dari sekedar anak Kampung Darat di Medan, Sumatera Utara, menjadi orang Indonesia pertama yang berhas…
Memoar Pulau Buru berkisah tentang mereka yang tertimpa nasib kalah. Bicara tentang pergulatan seorang manusia atau sekelompok manusia untuk bisa bertahan hidup dari siksaan, pelecehan, kebengisan, dan kekejaman yang dilakukan sesamanya. Berkat kemampuan penuturan yang runtut, apa adanya dan menarik, buku ini membuat pembaca sesekali meneteskan air mata atau tersenyum geli; sebaliknya pada saat…
Saya merasa... sayalah 'keranjang sampah Mas Pram' untuk hal-hal yang tidak dapat, tidak tepat, atau tidak pantas dikemukakannya kepada orang lain." Maka, jika hal-hal yang bersifat pribadi tersebut diterbitkan, itu semata-mata merupakan ... pernyataan tanggung jawab saya terhadap pembaca karya-karya Mas Pram, terhadap khalayak Indonesia khususnya, dan dunia umumnya. Saya catat semua ini seb…
Seorang mantan pejabat Uni Soviet pernah mengatakan, pada 1990 di Indonesia terdapat sekitar sepuluh ribu penutur bahasa Rusia. Angka ini mengacu pada jumlah mahasiswa dan anggota angkatan bersenjata Indonesia yang pernah belajar di Uni Soviet. Walaupun demikian sedikit sekali tulisan berbahasa Indonesia tentang dunia pendidikan di negeri tersebut, yang sekarang bernama Rusia. Demikian pula den…
Selama kurun waktu lima tahun (1968–1973), Ahmad Wahib rajin dan tekun menulis catatan harian. Tema-tema yang ia tulis bervariasi, dari masalah kemahasiswaan, keilmuan, politik, kenegaraan, pemerintahan, kebangsaan, kemasyarakatan, hingga keagamaan (Islam). Catatan harian Ahmad Wahib merefleksikan pergulatan dan pergumulan pemikiran seorang pemuda yang gelisah menanggapi isu-isu yang menjadi …
Cerita tentang menggapai mimpi untuk studi di tanah Inggris Raya oleh dua anak kampung dari kaki Gunung Sumbing, Magelang, dan desa terpencil di Halmahera terangkum manis dalam buku ini. Anda akan hanyut dalam cerita perjuangan melawan keterbatasan, usaha keras tanpa batas untuk mengejar mimpi, hingga berbagai pernak-pernik perjalanan dua anak manusia selama hidup dan belajar di negeri Ratu Eli…
HUMANISME yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P. Swantoro terhadap visi humanisme-transendental Harian Kompas. P. Swantoro memang menulis tentang manusia, tetapi manusia itu tak pernah bisa dimengerti tanpa sejarah bangsanya. Maka, ia meletakkan manusia dalam horizon yang amat luas, horizon sejarah. Bila ia menulis tentang perjuangan, keberhasilan, maupun tragedi dan kemalanga…
Benarkah Tiongkok ikut dalam G30S? Apakah pengaruh G30S dalam pergerakan kemerdekaan Sarawak? Bagaimanakah Korea Utara dan Korea Selatan menanggapi G30S? Negara mana yang paling diuntungkan setelah G30S? Mengapa Filipina tidak begitu memberikan perhatian terhadap G30S? Mengapa Jepang sangat diuntungkan pasca G30S?rnrnJawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat ditemukan di dalam buku ini. …