Dalam karya klasik pemenang Hadiah Pulitzer kategori Nonfiksi Umum tahun 1977 ini, Carl Sagan meramu hasil riset biologi, antropologi, dan neurosains pada zamannya untuk membahas evolusi kecerdasan manusia. Berbagai aspek kecerdasan diuliknya: struktur otak, cara otak mengolah informasi, evolusi bahasa di leluhur manusia, sampai ingatan evolusioner akan persaingan antara reptil dan mamalia. …
Pertengahan abad XIX adalah periode ketika eksploitasi kolonial menampakkan bentuknya yang paling eksplisit di Indonesia. Dua daerah semi-otonom, yakni Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta, pun berada dalam cengkeraman kolonialisme tersebut. Secara terperinci, Houben menguraikan ekspansi, eksploitasi, dan intervensi Pemerintah Kolonial terhadap kedua wilayah itu. Tentang masa itu, Houb…
Rick Dockery is een succesvol man. Zijn leven wordt gekenmerkt door veel geld, mooie vrouwen en een ongekende luxe. Maar wanneer hij op het hoogtepunt van zijn footballcarrière live op televisie en ten overstaan van tienduizenden fans faalt, groeit hij uit tot het lachertje van Amerika. Zijn carrière is in één klap voorbij, Rick Dockery is nergens meer welkom. Althans, dat denkt hij. Tegen …
Eponiemen zijn woorden die personen. Zo is he kiekje afgeleid van de Leidse fotograaf Israel Kiek, de brommer van de Utrechtse stalhouder Brom en dankt het bintje zijn naam aan Bintje Jansma, een sproeterig Fries meisje. Onze taal wemelt van dit soort woorden. Vaak is er een merkwaardige anekdote aan verbonden. De vierde graaf van Sandwich bijvoorbeeld, blee in 1762 ruim vierentwintig uur ac…
The Pillars of the Earth is a historical novel set in 12th‑century England. The story follows the lives of several characters connected to the building of a great cathedral in the fictional town of Kingsbridge. • Tom Builder dreams of creating a magnificent cathedral, but struggles with poverty and setbacks. • Prior Philip, a devout monk, wants to strengthen the church and community b…
This famous and much-loved novel details the coming of age of four teenaged sisters--level-headed Meg, headstrong Jo, bashful Beth, and artistic Amy--united by adversity, mutual support, and the unbreakable bonds of sibling friendship. Growing up in a New England community at the time of the American Civil War, these "little women" rely on each other or comfort and support as they struggle with…
'I am owed a life that does not end in tragedy.' A year ago, before the revolution, Salama watched her brother marry her best friend, Layla, and wondered when her own love story might begin. Now she works at the hospital--helping those she can, closing the eyes of those she can't. Layla and her unborn baby are all Salama has left. Unless you count Khawf. But he's a hallucination; a symptom…
Ilmuwan berkata, krisis ekologis menuntut perubahan besar dalam kehidupan kita semua. Tetapi bagaimana? Apakah tidak mengkhawatirkan? Buku ini berangkat dari keyakinan bahwa yang kita hadapi adalah krisis manusiawi, bukan masalah teknis. Dan bahwa manusia mampu menyusun kehidupan baru yang malah membawa kebahagiaan. Ke-17 pengarang di sini terinspirasi ilmu baru: humaniora lingkungan hidup (env…
Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) adalah salah satu ilmuwan terbesar yang pernah meneliti Pulau Jawa. Tak seperti namanya yang begitu harum, buku-bukunya tak dikenal masyarakat Indonesia, terutama karena buku-buku ini hanya tersedia dalam bahasa Jerman dan Belanda. Buku Cahaya dan Bayang-Bayang dari Jawa adalah buku Junghuhn pertama yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Buku ini adalah buku …
Franz Wilhelm Junghuhn (Mansfeld, 20 Oktober 1809- Lembang, 24 April 1864) adalah seorang naturalis Jerman yang dijuluki sebagai Humboldt dari Jawa, karena dalam karier pengembaraannya, terutama di Jawa, Ia mempraktikkan prinsip-prinsip Sains Humboldt, yang berpegang teguh terhadap observasi dengan menggunakan perangkat ilmiah. Dia mendedikasikan hidupnya selama 22 tahun di Jawa, antara 1835-18…