Mempelajari budaya masa lalu tidak harus dengan berkutat di perpustakaan ditemani buku-buku tebal berdebu. Kartu pos bisa mengenalkan kekayaan tradisi masa silam dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Kartu pos yang terbuat dari foto-foto menarik di masanya merekam sejarah-sejarah kecil yang kerap dianggap remeh-temeh. Di antaranya sebut saja busana pengantin, perhiasan yang dipakai, kesenia…
Dalam narasi Sejarah yang populer di Indonesia, Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1955 lebih sering dipandang semata-mata sebagai kisah sukses Indonesia dalam menggelar sebuah konferensi tingkat dunia. Latar belakang yang kompleks dan perdebatan-perdebatan keras yang berlangsung antar pesertanya justru jarang ditampilkan. Buku ini bermaksud melihat KAA 1955 lebih kritis dan komprehensif dengan me…
Sejarah intelektual sebagai studi tersendiri muncul di Eropa pada awal abad ke-20. Sejarah intelektual lebih menekankan pada pemikiran, ide-ide, atau nilai-nilai yang berpengaruh dalam kehidupan umat manusia dari masa kuno hingga dewasa ini. Sejarah intelektual yang akan dibahas dalam buku ini antara lain: munculnya sejarah intelektual, feodalisme dan ideologi tradisional, pemikiran modern, …
Apakah benar sejarah dapat menyisakan misteri? Apakah karena dimanipulasi penguasa ataukah memang datanya yang belum lengkap? Penulis buku ini, Asvi Warman Adam, menguak secara obyektif misteri-misteri sejarah yang selama ini belum diungkapkan pada buku yang lain, sehingga misteri tersebut diharapkan mendapat titik terang. Seperti halnya, di mana makam pahlawan nasional Tan Malaka? Benar…
Meskipun kaya dengan data empiris, sumbangan terpenting buku ini terletak pada penumbuhan pemahaman teoritis mengenai Indonesia zaman Orde Baru. Robison menunjukkan bagaimana kapitalisme berkembang pesat saat Soeharto berkuasa sehingga suatu kelas kapitalis domestik muncul dengan negara sebagai katalisatornya. Ia menjelaskan bagaimana evolusi negara dari zaman kolonial, masa pascakolonial awal …
Buku ini banyak memberikan informasi tentang pekerjaan para pejabat BB Belanda pada zaman kolonial. Tentu pejabat BB itu alat perkakas suatu kekuasaan penjajah dan tujuan mereka jelas yaitu melanggengkan kolonialisme Belanda di Nusantara. Namun demikian dalam melakukan tugas mereka bersikap tertib menurut hukum dan undang-undang yang berlaku. Apabila terjadi sengketa tanah, perkelahian, tind…
HUMANISME yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P. Swantoro terhadap visi humanisme-transendental Harian Kompas. P. Swantoro memang menulis tentang manusia, tetapi manusia itu tak pernah bisa dimengerti tanpa sejarah bangsanya. Maka, ia meletakkan manusia dalam horizon yang amat luas, horizon sejarah. Bila ia menulis tentang perjuangan, keberhasilan, maupun tragedi dan kemalanga…
Benarkah Tiongkok ikut dalam G30S? Apakah pengaruh G30S dalam pergerakan kemerdekaan Sarawak? Bagaimanakah Korea Utara dan Korea Selatan menanggapi G30S? Negara mana yang paling diuntungkan setelah G30S? Mengapa Filipina tidak begitu memberikan perhatian terhadap G30S? Mengapa Jepang sangat diuntungkan pasca G30S?rnrnJawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat ditemukan di dalam buku ini. …
”Pertahankan Jawa, berapa pun harganya!” Itu perintah Kaisar Napoléon I kepada Menteri Kelautan dan Wilayah Jajahan Perancis Admiral Decrès, Oktober 1810. Pada awal abad ke-19 itu, di Samudra Hindia, Perancis hanya punya kekuasaan di Mauritius, Bourbon, dan Jawa. Bahkan pada masa antara 1808 dan 1811, tinggal Pulau Jawa daerah koloni Perancis yang tersisa di Asia. Ketika menjadi Gubern…