Melalui bunga rampai ini, Ong ingin mengatakan bahwa Peristiwa G30S telah membuat Sukarno hilang dari panggung nasional dan internasional. Ternyata revolusi tidak berjalan sebagaimana digariskan Sukarno. Selama pemerintahannya, situasi sosial-politik telah tumbuh ke dalam suatu kondisi matang bagi terjadinya revolusi lain. Dalam konteks ini, benar juga ungkapan bahwa setiap revolusi harus mengo…
Pada tahun 1946, Indonesia-Belanda melakukan perundingan guna menuju proses dekolonisasi Indonesia. Untuk itu Belanda membentuk badan Komisi Jenderal yang dipimpin mantan Perdana Menteri Willem Schermerhorn sebagai delegasi resmi untuk berunding dengan pihak Republik Indonesia. Di pihak Indonesia, delegasi perundingan dipimpin Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Perundingan berlangsung pa…
Empat puluh tahun sejak Sukarno meninggal, nama serta wajahnya tidak pernah benar-benar lumat terkubur. Kampanye puluhan tahun Orde Baru untuk membenamkannya justru hanya memperkuat kenangan orang akan kebesarannya. Sukarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi nasional Indonesia yang paling menonjol—mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam ke…
Rudolf Mrázek berhasil mengungkapkan kejernihan analisis tentang kebebasan kolonialisme, nasionalisme, kesusastraan, revolusi, dan kemanusiaan. Berbagai gambaran perkembangan transportasi (dari sepatu, pembangunan jalan, hingga adanya sepeda motor), arsitektur (dari bangunan penjara hingga hunian ber-AC), teknologi optik (dari fotografi hingga deteksi sidik jari), gaya hidup modern (baju da…
Buku ini mengingatkan pelupaan atas Ikrar bertanah air satu--tanah air Indonesia" sehingga penting untuk mengulas secara mendalam peran unsur air dari tanah air dalam mengintegrasikan negara kepulauan terbesar di dunia ini. Justru unsur itulah yang selama ini diabaikan. Termasuk pengabaian betapa bangsa Indonesia telah "ditakdirkan" untuk hidup dan semestinya berpenghidupan sebesar-besarnya dar…
Dengan hampir 800 tulisannya yang diterbitkan antara tahun 1904 dan 1966, George Coedés adalah seorang sejarawan yang sangat banyak menghasilkan karya dan termasuk di antara peneliti Prancis terkemuka mengenai Asia Tenggara sepanjang abad ke-20. Ia dapat meneliti langsung sumber primer dari kebanyakan negara Asia Tenggara, berkat keahliannya yang luar biasa dalam bidang epigrafi, arkeologi, li…
Buku sejarah Asia Tenggara yang baru dan komprehensif yang mencakup periode panjang sejak zaman prasejarah sampai tahun 2000-an. Sejarawan Marle Ricklefs telah membawa bersamanya lima sejarawan yang menjadi rekan kerjanya di National University of Singapore yang kepakarannya mencakup seluruh wilayah Asia Tenggara dan meliputi sejarah politik, sosial, ekonomi, agama dan budaya. Dibuka dengan …
Foto-foto Kartono hebat bukan karena hal itu saja, tapi juga karena kesabarannya untuk menunggu, menanti, dan berharap. Pendeknya, foto-fotonya hebat karena ia tabah dan tekun untuk berada dalam suatu proses berita yang bakal melahirkan suatu surprise. (SINDHUNATA). KARTONO RYADI (1945-2005) yang memiliki sebutan atau inisial KR, atau Kompas/kr, wartawan foto Kompas (1971-2005) dengan berbag…
Buku ini mengupas kisah di balik munculnya gerakan perlawanan Macan Tamil, kondisi sosial-politik yang memicu warga Tamil Sri Lanka memberontak, serta episode-episode aksi pemberontakan yang disebut Perang Eelam, yang berujung pada kematian sang pemimpin, Prabhakaran. Gerakan perlawanan kelompok Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) di Sri Lanka merupakan gerakan perlawanan bersenjata terlama …
Aspek maritim sangat penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Sejak dikenalnya jalur perdagangan laut di Asia abad 1 M, Nusantara bagian barat memetik manfaat dari interaksi perdagangan maritim. Di sepanjang jalur itu, terbentuk kantong-kantong niaga (emporium) yang berkembang menjadi kekuatan politik yang besar (imperium). Dalam proses itu tersiar agama Hindu dan Budha, kemudian Isla…