Buku ini memuat 15 cerita yang tak melulu happy ending. Meskipun demikian, dibalik kisah-kisah tersebut, tersanding pengharapan kelak akan merasakan kebahagiaan. Bukankah hidup terkadang di bawah, kadang di atas, kadang di antaranya. Juara hanya mengendapkan perasaan suka karena terhalang pagar sosial, sementara perasaan suka Sasha layu sebelum berkembang terbentur bayang masa lalu. Cinta Lu…
Pernahkah kamu merindukan rumah? Selalu membayangkan kenangan terindah bersama orang-orang tersayang. Kenangan yang memberi semangat untuk terus berjuang, demi mereka yang menunggu pulang. Gua Jepang adalah saksi bisu mereka yang terampas kebebasannya; para romusha yang bekerja siang-malam tanpa istirahat dan makan, tahanan perang yang disiksa, serta jugun ianfu yang dipaksa memuaskan nafsu …
Keberagaman hasil pembacaan atas novel Max Havelaar, sosok Multatuli, fragmen kisah cinta Saidjah-Adinda, bahkan terkait Museum Multatuli dalam kumpulan tulisan ini, tentu akan memperkaya pemahaman kita bersama. Kita tahu, bahwa pro dan kontra terkait Multatuli dan novelnya Max Havelaar telah dimulai bahkan sejak novel itu diterbitkan pada 1860, dan masih terus berlangsung hingga kini. Masing-m…
"Percayakah kamu kalau kubilang saat ini pukul empat sore di matahari?" Pada 2019, seorang kritikus bernama Andi Lukito menerima naskah KIat Sukses Hancur Lebur. Naskah semacam novel itu karya Anto Labil, S.Fil, salah seorang anggota "tujuh pendekar kere", sebuah persekutuan sastra radikal dekade 90-an yang aktif di Kota Semarang. Naskah yang ditulis dengan gaya bahasa seorang pemabuk yan…
Seni padalangan Priangan kaasup seni budaya bangsa Indonesia nu kudu dijaga kalestarianana sangkan ulah kalindih ku kabudayaan Barat. Seni budaya urang kiwari ditangtayungan ku undang-undang Nagara/ Kumaha tatacarana, undak usuk basana, kakawenna, igelna nu diiring gamelan, kilisik kawihna nu dibarengan keset rebab, jeung direuah-reuah sora calempungan, eta kabeh dibeberkeun ku Atik Soepandi…
Buku ini merupakan hasil telaah Ajip Rosidi atas sastera Sunda sesudah perang sampai tahun 1968 dengan uraian yang cukup luas tentang sastera Sunda sebelum perang. Maksudnya untuk memperkenalkan kegiatan sastera Sunda kepada lingkungan nasional. Karena selama revolusi boleh dikatakan tidak ada kegiatan sastera Sunda, maka jangka waktu yang dibahasnya adalah sekitar depalan belas tahun. Dala…
Awal dan akhir suatu perjalanan mustahil diungkapkan, tetapi begitu melangkah, tak ada kekuatan dari luar yang dapat menghentikan. Setiap langkah adalah doa. Di dalamnya ada yang berlalu dan yang baru, namun yang lalu adalah baru dan yang baru segera lalu, dengan Waktu sebagai Sang Penentu. Di dalam waktu, semua datang untuk pergi dan yang pergi akan hadir lagi dalam bungkus lain. Pros…
When an army of invading Martians lands in England, panic and terror seize the population. As the aliens traverse the country in huge three-legged machines, incinerating all in their path with a heat ray and spreading noxious toxic gases, the people of the Earth must come to terms with the prospect of the end of human civilization and the beginning of Martian rule. Inspiring films, radio dra…
Kuntowijoyo pernah membuatmaklumat tentang sastra Profetik: "Keinginan saya dengan sastra ialah sebagai ibadah dan sastra yang murni. 'Sastra ibadah' saya adalah ekspresi dari penghayatan nilai-nilai agama saya, dan sastra murni adalah ekspresi dari tangkapan saya atas realitas, 'objektif' dan universal. Demikianlah, 'sastra ibadah' saya sama dan sebangun dengan sastra murni. Sastra ibadah adal…
Membaca cerpen-cerpen dalam buku Cerita Tiga Kota ini adalah membaca ruang hidup manusia. Ruang pertama adalah negara, yang disinggung dalam cerpen "Raksa Jati" melalui gambaran prinsip hidup tokoh. Ruang kedua adalah tempat tinggal, baik rural maupun urban. Ruang ketiga adalah ruang keluarga, yang mendominasi dalam keseluruhan cerpen-cerpen. Ruang keempat adalah ruang tubuh. Titik penting …