Setelah Godlob (1975: 9 cerpen) dan Adam Ma'rifat (1982: 6 cerpen), Danarto kembali menghadirkan kumpulan cerita pendek ketiga, Berhala (1987). Semua kumpulan cerpen tersebut jelas menyiratkan jalan pemikiran Danarto, bahwa realitas yang tak nampak, jalin-menjalin menjadi satu. Seperti dunia dan akhirat. Berhala mendapatkan penghargaan dari Pusat Bahasa pada tahun 1990 dan Pustaka Firdaus me…
Buku ini memuat 15 cerita yang tak melulu happy ending. Meskipun demikian, dibalik kisah-kisah tersebut, tersanding pengharapan kelak akan merasakan kebahagiaan. Bukankah hidup terkadang di bawah, kadang di atas, kadang di antaranya. Juara hanya mengendapkan perasaan suka karena terhalang pagar sosial, sementara perasaan suka Sasha layu sebelum berkembang terbentur bayang masa lalu. Cinta Lu…
Pernahkah kamu merindukan rumah? Selalu membayangkan kenangan terindah bersama orang-orang tersayang. Kenangan yang memberi semangat untuk terus berjuang, demi mereka yang menunggu pulang. Gua Jepang adalah saksi bisu mereka yang terampas kebebasannya; para romusha yang bekerja siang-malam tanpa istirahat dan makan, tahanan perang yang disiksa, serta jugun ianfu yang dipaksa memuaskan nafsu …
Banten memiliki varian kebudayaan yang mengagumkan, yang jikalau digarap secara intens akan bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat. Dari unsur musikalitas, Banten memiliki angklung buhun, beluk, rudat, terbang gede, dll. Kesenian tersebut sampai saat ini masih hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakatnya. Kekayaan musikalitas di Banten, tergambar dari pemakaian alat musik dal…
Keberagaman hasil pembacaan atas novel Max Havelaar, sosok Multatuli, fragmen kisah cinta Saidjah-Adinda, bahkan terkait Museum Multatuli dalam kumpulan tulisan ini, tentu akan memperkaya pemahaman kita bersama. Kita tahu, bahwa pro dan kontra terkait Multatuli dan novelnya Max Havelaar telah dimulai bahkan sejak novel itu diterbitkan pada 1860, dan masih terus berlangsung hingga kini. Masing-m…
"Percayakah kamu kalau kubilang saat ini pukul empat sore di matahari?" Pada 2019, seorang kritikus bernama Andi Lukito menerima naskah KIat Sukses Hancur Lebur. Naskah semacam novel itu karya Anto Labil, S.Fil, salah seorang anggota "tujuh pendekar kere", sebuah persekutuan sastra radikal dekade 90-an yang aktif di Kota Semarang. Naskah yang ditulis dengan gaya bahasa seorang pemabuk yan…
Mengapa negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim menunjukkan tingkat otoritarianisme yang tinggi dan tingkat pembangunan sosio-ekonomi yang rendah dibandingkan dengan rata-rata dunia? Ahmet T. Kuru mengkritik penjelasan-penjelasan yang menunjuk agama Islam sebagai penyebab perbedaan itu, karena dalam bidang filsafat dan sosio-ekonomi, dunia Muslim sempat lebih maju daripada Eropa Barat antara…
Pulau-pulau dan pantai-pantai Asia Tenggara, dari Semenanjung Malaya, Indonesia, sampai Filipina--dalam buku ini diistilahkan "Nusantaria"--adalah kawasan kebudayaan maritim terbesar di dunia, dan sejak dulu menjadi pusat perdagangan dan pelayaran. Nusantaria merupakan satu kawasan dengan identitas budaya, bahasa, dan etnis Austronesia, bangsa pelaut dengan tradisi arung samudra yang membawa me…
Dalam buku ini, Ariel Heryanto membawa kita ke suatu perjalanan yang secara visual amat memukau, dan tampaknya menjadi awal kebangkitan budaya layar Indonesia. Karya sang pelopor kajian budaya Indonesia ini menunjukkan bahwa gejala budaya yang seakan-akan 'baru lahir' ini--yang diproduksi baik di atas layar maupun di balik layar--sekaligus bersifat global, punya sejarah panjang, dan berakar men…
Seni padalangan Priangan kaasup seni budaya bangsa Indonesia nu kudu dijaga kalestarianana sangkan ulah kalindih ku kabudayaan Barat. Seni budaya urang kiwari ditangtayungan ku undang-undang Nagara/ Kumaha tatacarana, undak usuk basana, kakawenna, igelna nu diiring gamelan, kilisik kawihna nu dibarengan keset rebab, jeung direuah-reuah sora calempungan, eta kabeh dibeberkeun ku Atik Soepandi…