HUMANISME yang historis, itulah tafsiran dan terjemahan konkret P. Swantoro terhadap visi humanisme-transendental Harian Kompas. P. Swantoro memang menulis tentang manusia, tetapi manusia itu tak pernah bisa dimengerti tanpa sejarah bangsanya. Maka, ia meletakkan manusia dalam horizon yang amat luas, horizon sejarah. Bila ia menulis tentang perjuangan, keberhasilan, maupun tragedi dan kemalanga…
Benarkah Tiongkok ikut dalam G30S? Apakah pengaruh G30S dalam pergerakan kemerdekaan Sarawak? Bagaimanakah Korea Utara dan Korea Selatan menanggapi G30S? Negara mana yang paling diuntungkan setelah G30S? Mengapa Filipina tidak begitu memberikan perhatian terhadap G30S? Mengapa Jepang sangat diuntungkan pasca G30S?rnrnJawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat ditemukan di dalam buku ini. …
Apakah Anda pernah mendengar tentang Perang Asia Timur Raya? Sesungguhnya perang ini sejarahnya masih terselubung dalam kabut. Aiko Kurasawa, sejarawan ahli Indonesia, dengan bukunya ini membeberkan perang itu dalam gaya narasi populer, tetapi sangat kaya informasi. Ternyata dari segi namanya saja mengandung banyak persoalan berupa klaim-klaim historis dari Amerika dan Jepang. Amerika memaksaka…
Berkat biografi karya Nyonya Lulofs inilah kita dapat mengetahui dalam sejarah Indonesia selain Kartini yang lembut, ada Cut Nyak Din yang mengobar perang dan begitu tabah mengembara di hutan sampai terserang penyakit dan menjadi buta, tetapi tak juga mau menyerah melawan Belanda. Ia sungguh 'Ratu Perang Aceh' yang menggetarkan. Selain itu, lewat biografi ini kita dapat memahami bahwa sefund…
”Pertahankan Jawa, berapa pun harganya!” Itu perintah Kaisar Napoléon I kepada Menteri Kelautan dan Wilayah Jajahan Perancis Admiral Decrès, Oktober 1810. Pada awal abad ke-19 itu, di Samudra Hindia, Perancis hanya punya kekuasaan di Mauritius, Bourbon, dan Jawa. Bahkan pada masa antara 1808 dan 1811, tinggal Pulau Jawa daerah koloni Perancis yang tersisa di Asia. Ketika menjadi Gubern…
Pakar perbukuan dan perpustakaan asal Venezuela, Fernando Báez, tengah berada di Irak saat pasukan Amerika Serikat menggempur Baghdad pada Mei 2003. Ia saksikan secara langsung bagaimana peradaban dihancurkan lewat pembakaran buku dan perusakan museum-museum. Terhantui oleh pertanyaan Mengapa manusia menghancurkan buku? inilah kajian sejarah global pertama tentang bibliosida (penghancuran b…
Karya ini bukan sekedar kisah seorang bibliofili seperti Philobiblon karya Richard de Bury, uskup Durban, yang terbit pada 1473, tetapi terlebih merupakan lantunan kegirangan bekerja, semangat, dan gairah hidup sang pencerita berkat pesona buku. Memang, bukan tanpa alasan kalau karya ini diberi judul Dari Buku ke Buku Sambung Menyambung Menjadi Satu. Bukan lagi buku per buku yang penting, melai…
Siapa duga kita yang hidup sekarang sudah berusia 3.500 tahun? Siapa duga kita semua sesungguhnya adalah sepupu? Siapa duga bahwa kita semua adalah bukti bahwa kaidah hidup yang utama adalah kerja sama nahu-membahu, bukan persaingan apalagi gontok-gontokan? Kita, serta rangkaian panjang leluhur kita, mulai dari bakteri hingga Homo sapiens, benar-benar makhluk yang sukses. Di antara tiga mily…
Saat Orde Lama peralatan angkatan perang negara kita begitu disegani di kawasan Asia, tetapi rakyatnya dimana-mana antre beras dan minyak tanah, pun masuk ke alam reformasi, peralatan angkatan perang banyak yang rusak karena embargo, tetapi rakyatnya malah kelaparan dan tetap juga antre minyak tanah, ini yang menjadi keprihatinan bersama. Bagaimana ini bisa ditanggulangi, ternyata modalnya h…
Dapatkah Banjir Kanal Timur atau Kanal Banjir Timur (KBT) jadi solusi pamungkas bagi persoalan banjir Jakarta? Jawabnya masih perlu ditunggu sampai pengerjaannya benar-benar usai dan kanal yang dibangun di sepanjang sisi timur Ibu Kota itu berfungsi sepenuhnya. Sejak lama diyakini, masalah banjir Jakarta dapat diatasi dengan membangun kanal-kanal, terusan, sudetan, dan saluran (drain). Pada bel…