Pada 17 Agustus 1945, dua hari setelah Jepang menyerah, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Belanda menolak mengakui proklamasi kemerdekaan tersebut dan segera beralih menggunakan kekuatan militer guna mengambil kendali proses dekolonisasi yang tak terelakkan. Alhasil, pecahlah perang yang sengit, disertai negosiasi pelik, yang berlangsung selama empat tahun penuh. Pada tahun 2005, pe…
‘Dunia Revolusi meneroka periode revolusi Indonesia (1945-1949) dari perspektif regional. Sebanyak tujuh belas naskah hasil penelitian sejarawan Indonesia dan Belanda menjadi kontribusi dalam mengungkapkan kompleksitas realitas yang terjadi serta keragaman perspektif dari periode revolusi Indonesia. Para peneliti menjelaskan secara sistematis bagaimana penduduk sipil Indonesia (Bumiputra), Ti…
Pada tahun 1945, di bawah semboyan ‘Merdeka!’, Republik Indonesia terlibat dalam perang kemerdekaan yang ujung akhirnya tak bisa diramalkan. Harry Poeze dan Henk Schulte Nordholt menceritakan kisah baru tentang revolusi yang terutama membahas selain perjuangan melawan Belanda juga kebangkitan Republik yang tak pasti. Setelah mengalami kekejaman pada masa pendudukan Jepang, para pemimpin …
Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kekerasan ekstrem non struktural? Sejak 1969, Pemerintah Belanda berpendirian bahwa angkatan bersenjata di bawah Komandan Tentara Spoor secara keseluruhan telah bertindak secara tepat selama perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Ekses-ekses insidental terjadi hanya sewaktu-waktu di beberapa unit khusus yang kecil, seperti dinas-dinas intelijen dan …
Ada 17 plot disusun kelompok konspirasi guna membunuh Hitler dan menggulingkan rezim Nazi. Semuanya gagal, meski plot itu menggunakan senjata dan metode paling canggih di era Perang Dunia II. Apa penyebab kegagalan mereka? Bagaimana rezim Nazi mendeteksi dan menggulung kelompok rahasia ini? Mengapa jago perang tank Marsekal Medan Rommel harus dipaksa bunuh diri minum racun? pertanyaan tersebut …
A thesis for a doctoral degree submitted by the author to the Australian National University in 1986. This book discusses Soviet-Indonesian relations from 1945–1968 (from Lenin's government to Gorbachev's government).
Tuan B, pesawat B 29, adalah momok mengerikan bagi rakyat Jepang selama Perang Dunia II. Pesawat ini membawa bom atom yang meluluh-lantakkan Hiroshima dan mengubah sejarah untuk selamanya. Ditulis oleh pemenang Pulitzer Prize, John Hersey, karya ini adalah sebuah masterpiece jurnalisme sastra dan terpilih sebagai naskah terbaik jurnalisme Amerika pada abad ke-20 oleh panel wartawan dan akade…
Di masa-masa Perang Dunia II, Jepang merupakan salah satu musuh utama Sekutu. Jepang bukan saja diperhitungkan karena teknologi perangnya yang cukup canggih, atau hubungan baiknya dengan dua negara fasis Jerman dan Italia, tapi juga karena memiliki strategi perang yang dapat membuat Sekutu pontang-panting. Adalah Kamikaze, aksi bunuh diri nekat para pilot Jepang yang ditempuh dengan menabrakka…
Apa yang membuat Stalin begitu hebat? Apa yang membentuk Stalin menjadi psikopat kejam, politikus ulung, pencipta UniSoviet (USSR) yang mengungguli Churchill dan Roosevelt, yang mampu mengorganisasi Stalingrad serta menaklukkan Berlin dan mengalahkan Hitler? Jika ia konon absen dalam Revolusi 1917, lalu bagaimana bisa tampil begitu kuat dalam politik? Lahir dalam kemiskinan, terluka oleh asu…
Buku ini melukiskan cerita orang kecil yang nasibnya dipermainkan oleh pereang. Secara khusus, problem yang diangkat adalah kasus orang Indonesia yang terlantar di luar negeri akibat perang. Misalnya, mahasiswa yang terlantar di Jepang karena pecah perang dan terpaksa tinggal di sana sampai kemerdekaan RI diakui penuh oleh dunia internasional, anak-anak hasil kawin campur perempuan Indonesia da…