Buku ini menelusuri sejarah kelam sistem tanam paksa kopi di wilayah Priangan pada era kolonial Belanda (1720-1870), dan membongkar bagaimana bentuk eksploitasi keras diterapkan untuk mengubah daerah terpencil menjadi pemasok utama komoditas perkebunan di pasar dunia. Sejarawan cum sosiolog Jan Breman memaparkan bahwa pemerintah kolonial Hindia-Belanda menerapkan pola “kerja paksa yang did…
Dengan perangkat konseptual tentang formasi sosial dan cara bereproduksi, Kuntowijoyo menganalisis struktur masyarakat tradisional Madura dan perkembangannya dalam kurun waktu 1850 sampai dengan 1940. Sebagai satuan ekohistorikal, keunikan Madura adalah bentukan ekologi tegal yang khas, yang berbeda dari, misalnya, ekologi sawah di Jawa. Tipe ekologi tegal itu membentuk pola permukiman yang ter…
Di kalangan kegeologian, keanekaragaman dan keunikan kondisi geologi Indonesia sudah sering disosialisasikan dan dipublikasikan, terutama dalam pembahasan peran geologi terhadap kejadian kebencanaan, pengelolaan sumber daya kebumian dan juga keteknikan terkait konstruksi bangunan sipil. Kolega-kolega ahli geologi dalam IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), baik secara organisasi maupun individu…
Dorongan untuk melakukan ekspansi ke luar wilayah Eropa telah lama dipandang membawa peradaban ke tempat yang kurang beradab. Doktrin superioritas kulit putih versus inferioritas pribumi berbarengan dengan eksploitasi yang melampaui batas terhadap tenaga kerja lokal. Di bawah pemerintah kolonial, ideologi yang dikenal sebagai neoliberalisme mendapat kebebasan untuk menjadikan buruh tunduk pada …
“Munculnya Elite Modern Indonesia” memaparkan dan membahas pertumbuhan Indonesia pada masa dua puluh lima tahun pertama abad ini, baik masyarakatnya, akselerasi, perubahan sosial, politik dan pembaharuannya, serta makin mantapnya peranan kaum pergerakan menuju cita-cita kemerdekaan. Pengarangnya menafsirkan, bahwa perubahan pola-pola kepemimpinan di dalam masyarakat pada perempat pertama…
“Kadang-kadang kita jatuh cinta kepada milik orang, kadang-kadang kepada orang yang berbeda. Dan yang ia hadapi adalah keduanya, komplet menjadi satu. Mengapa manusia selalu tergerak hatinya untuk meraih ketidakmungkinan?” Batavia, 1918. Yansen, pemuda Minahasa, hendak mewujudkan mimpi menjadi dokter di tanah air sendiri. Bersama Hilman pemuda Sunda, Sudiro pemuda Jawa, dan Arsan pemuda …
Persebaran makanan nasional ke mancanegara tidak dapat dipisahkan dan peran para diaspora sebuah bangsa. Diaspora bangsa-bangsa Asia seperti Tiongkok, India, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand di berbagai negara dalam perjalanan sejarahnya turut meninggalkan jejak-jejak makanan nasional mereka melalaui jaringan mereka di luar negeri. Bagaimana dengan sejarah awal diaspora Indonesia yang ber…
Penugasan pertama Dima Sawitri sebagai jurnalis di Kaba Jorong membawa gadis itu pada kasus kematian dua pembalak liar. Polisi menduga dua pembalak liar itu tewas akibat cakaran harimau yang fatal. Namun, selagi Dima menelusuri kasus tersebut bersama Timur, rekan kerjanya, korban tewas bertambah dan banyak bukti janggal yang muncul. Tak hanya itu, investigasi mereka dihadang kepolisian dan p…
Pendirian Batavia sebagai markas besar Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Asia pada 30 Mei 1619 turut memengaruhi wilayah di sekitarnya. Ketika Batavia berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar, kota ini membutuhkan wilayah pedalaman (Ommelanden) untuk memenuhi keperluan warganya dengan beragam jenis tanaman pangan, bahan bangunan, dan sumber daya manusia. Setelah meng…
Kenapa “Bhinneka”? Karena buku ini merupakan persembahan kepada kebhinekaan kebudayaan Indonesia di bidang agama (dalam hal ini agama Islam dan Konghucu), sastra (di sini empat karangan tentang sastra Indonesia lama, dunia hikayat, dan teks sejarah(, serta bahasa (tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, di samping beberapa jenis kode kacau dan gokil milik anak-anak muda). Kebhinekaan …