Buku ini menceritakan konstruksi pemikiran Sukarno ketika muda (1926-1933). Saat itu, Sukarno menjadi bagian penting lahirnya The Age of Ideology (Zaman Ideologi) di Indonesia. Sukarno memecah ketenangan rust en orde (keamanan dan ketertiban) kolonial dengan hingar bingar agitasi, duyunan massa aksi, dan kobaran api radikalisme anti imperialisme-kapitalisme. Namun dari masa yang hingar bingar d…
Soewardi Soerjaningrat dalam Pengasingan banyak menuturkan tentang perjuangan-perjuangan Soewardi sebelum mendirikan Taman SIswa. Diceritakan bahwa pada 1910-an, Soewardi lebih banyak berjuang lewat tulisan. Tulisan-tulisan Soewardi, terutama Als ik een Nederlander was (1913), dianggap sebagai karya yang berbajaya oleh pemerintah kolonial. Akibatnya, Soewardi diasingkan ke BElanda, dan hidup da…
Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi. Sajak 'Diponegoro' yang petilannya menerakan kata-kata Maju Serbu Serang Terjang, misalnya, ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkap sosok Diponegoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda. Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandaka…
Tak dapat dipungkiri, Khadijah, istri Rasulullah saw., merupakan sosok yang fenomenal. Bukan saja memiliki perilaku yang mulia, Khadijah juga merupakan sosok yang cerdas dengan ketabahan yang luar biasa. Ia rela mengorbankan seluruh harta dan jiwanya untuk dakwah Rasulullah. Dengan kematangan, kebijaksanaan, dan integritas dirinya, Khadijah menyokong, membangkitkan tekad, dan mengobarkan semang…
Dari balik jeruji besi,sembari menunggu proses eksekusi atas ganjaran pidana mati, ia menorehkan catatan-catatan harian.Sebagai sebentuk pertangguhjawaban kepada publik atas apa yang ia dan kawan-kawannya lakukan di Bali pada 12 Oktober 2002. Apa yang ia dan kawan-kawannya lakukan di Bali,tak lain adalah bentuk reaksi perlawanan terhadap penindasan ; Amerika dan sekutunya. Bangsa yang oleh A…
Delapan belas orang bercerita tentang Ahok dari berbagai sudut pandang. Ibarat berlian, cutting-nya sangat banyak. Berbeda dari buku Ahok lain, buku ini tak melulu soal puja-puji. Ada kritik, ada emosi, ada surat yang personal, ada analisis teori perubahan. Buku ini bukan sekadar tentang Ahok, tetapi legacy yang diberikannya kepada Indonesia.