Buku ini menyoroti pemikiran seorang prosais dan propagandis yang disebut-sebut termasuk paling genial dalam sejarah gerakan kiri di Indonesia; Njoto. Njoto bukan hanya duduk sebagai salah satu pucuk pimpinan partai, tetapi juga anggota Politbiro dan Kepala Departemen Agitasi dan Propaganda partai. Bersama D. N. Aidit dan M. H. Lukman, ia menerbitkan kembali majalah teoretis Bintang Merah. N…
Soe Hok Gie (Gie) merupakan satu dari ribuan mahasiswa yang berani menentang kebijakan pemerintah yang otoriter dan mengutamakan kepentingan pribadi para pejabatnya. Gie menulis bukunya yang berjudul “Catatan Seorang Demonstran” bahwa segala bentuk kegelisahan, kekecewaan dan percintaan sedang dilalui dalam hidup penulis. Salah satu petikan yang menarik adalah, “Kita, generasi kita dituga…
Soe Hok Gie adalah aktivis mahasiswa yang berada di barisan terdepan aksi-aksi demonstrasi menentang Demokrasi Terpimpin. Namun, ia juga mengkritik keras pembantaian komunis dan korupsi oleh rezim Orde baru. Keresahan Gie atas kondisi masa peralihan 1965/1966 membuatnya terkucil. Idealisme tak sesuai dengan kenyataan yang diharapkannya. Ia gelisah, merasa sendirian, dan frustrasi. Maka ia memil…
Dari sisa ingatan dan catatan minim, mantan enam rekan (Freddy Lasut sudah almarhum) perjalanan Soe Hok-gie (27 tahun) dan Idhan Dhanvantari Lubis (20), berusaha menulis ulang kesaksian sebenarnya tragedi perjalanan pendakian ke Gunung Semeru, nun 40 tahun lalu. Aristides Katoppo (71): “Hok-gie terlalu cepat pergi, tapi kalau dia hidup dan sekarang sudah umur 67 tahun, apa dia tahan tidak …
Pemikiran Soepomo berbekas pada sejarah perdebatan penyusunan konstitusi yang menganut paham kedaulatan rakyat. Paham integralistik adalah dalil Orde Baru untuk memberi dasar politik otoriter. Buku ini adalah bacaan wajib bagi siapapun yang ingin melihat konteks hubungan antara konstruksi pikiran konstitusi dan konstruksi politik pada masanya.
Ia orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya Bapak Republik Indonesia". Sukarno menyebutnya "seorang yang mahir dalam revolusi". Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya. Tan melukis revolusi Indonesia dengan bergelora. Sukarno pernah menulis testamen politik yang berisi wasiat penyerahan kekuasaan kepada empat …
Biografi ini mengajak mengingat Kartini, tapi bukan dari sudut pandang domestik rumah seperti dia adalah gadis pingitan lalu dinikahkan secara paksa lalu melahirkan lalu mati. Coba singkirkan kenangan itu dan alihkan pikiran pada bagaimana cara Kartini melawan itu semua, melawan kesepian karena pingitan, melawan arus kekuasaan besar penjajahan dari dinding tebal kotak penjara Kabupaten yang men…
Memoir ini bukan suatu karya sejarah untuk mengungkapkan dan menggambarkan perkembangan masa lampau, namun demikian, memoir yang merupakan kenangan pribadi ternyata dapat mengungkapkan dengan baik sekali perkembangan social dan politik pada zaman kolonial Hindia Belanda pada waktu itu di Bali. Penulis yang masa kanak-kanak dan remaja hidup di lingkungan Puri Agung Gianyar yang feudal, dapat men…
Menyusul peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, Indonesia memasuki era totalitarianisme, setelah direbutnya secara bertahap kekuasaan Presiden Sukarno oleh Mayor Jenderal Soeharto. Persitiwa G30S dijadikan alasan Soeharto dan rezim militer Orde Barunya untuk “membasmi” semua orang yang diduga terkait Partai Komunis indonesia (PKi), partai yang dianggap bertanggung jawab ata…
Buku ini merupakan salah satu karya penting yang menempatkan posisi Syekh Nawawi sebagai ulama yang melahirkan para ulama Nusantara di masa berikutnya, sekaligus menghubungkan mereka dengan tradisi intelektual di Timur Tengah. Buku ini mampu menyuguhkan deskripsi yang mendalam dan mendetail tentang sejarah, pemikiran, karya, dan transmisi keilmuan Syekh Nawawi. Karya-karya Syekh Nawawi al-Ba…