Apa yang menjadikan Indonesia tetap bersatu padu? Pemimpin yang Kuat adalah jawaban yang paling sering diberikan. Sebaliknya, buku ini melihat jawabannya pada tingkat menengah dalam masyarakat. Kelas menengah di kota-kota provinsi di seluruh Nusantara menjadi penghubung antara negara dan masyarakat dan turut membentuk kekuasaan negara. The Making of Middle Indonesia meneliti kebangkitan sebuah …
Dua Kota Tiga Zaman karya Purnawan Basundoro ini adalah buku kedua yang diterbitkan dalam Seri Kota, Kata, dan Kuasa, menyusul karya Abidin Kusno, Ruang Publik, Identitas, dan Memori Kolektif: Jakarta Pasca-Suharto, yang telah diterbitkan sebagai karya perdana seri ini. Jika Abidin Kusno menyoroti isu-isu kontemporer Jakarta sebagai metropolis sekaligus ibu kota negara, maka dalam terbitan Seri…
Studi tentang sejarah perkotaan akhir-akhir ini merupakan perkembangan pesat. Perkembangan studi ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan kontemporer tentang masalah sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang mulai bergeser ke wilayah perkotaan. Kota-kota di Indonesia mulai bergerak menuju sebuah identitas baru meninggalkan identitasnya yang lama. Perubahan ini hasil dari aplikasi modernisasi …
The photographs of the Swiss geologist Wolfgang Leupold (1895-1986) represent valuable ethnographic sources, thanks to their temporal and geographical coherence. Precisely through their private character, they are exceptional testimony to a Swiss-Indonesian entangled history in the early 20th century and, simultaneously, are documents of great photo-historical interest and high aesthetic value
Buku ini selain menyuguhkan sejarah masyarakat Tionghoa Makassar yang selama ini baru sedikit mendapat perhatian dalam studi sejarah, juga merupakan studi pertama yang menyusun sejarah Tionghoa di Makassar secara global dari abad ke-17 hingga ke-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tionghoa di Makassar ternyata meninggalkan kekayaan jejak sejarah yang tersebar luas mulai dari kole…
Buku ini berkisah tentang pemukiman Tionghoa di Pulau Bangka, 'pulau timah' Indonesia, dari asal muasalnya di awal abad ke-18 hingga abad ke-20: Organisasi Tionghoa yang mengkhususkan diri dalam produksi bahan mentah, masuknya tenaga kerja asal Tiongkok dan pembentukan suatu komunitas Tionghoa secara bertahap adalah tema-tema pokok. Namun buku ini juga memberikan perhatian pada pengaruh berbaga…
Buku ini menjadi sebuah karya yang memiliki kontribusi terhadap kajian Tionghoa khususnya di Singkawang. Kajiannya mengenai permukiman masyarakat Tionghoa Singkawang sangat komprehensif. Ia dengan lihai-nya mampu mengungkap sejarah awal masuknya orang Tionghoa di Singkawang, perkembangan sosial dan permukiman yang biasanya dikenal sebagai pecinan". Historisitas dalam buku ini memegang peranan p…
The southeastern part of Kalimantan changed dramatically during the late nineteenth and early twentieth centuries. Economic expansion transformed this region from the tranquil homeland of the Dayaks of interior Borneo into a dynamic centre of production for foreign export markets. At first, immigrant pioneers from Europe led the way, but soon the incentive to change came to rest with the local …
Bagian Timur dan Selatan Kalimantan berubah secara dramatis selama akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh. Ekspansi ekonomi mengubah daerah ini. Dari tanah yang tenang pedalaman Kalimantan orang Dayak menjadi pusat dinamika produksi untuk pasar ekspor luar negeri. Awalnya, imigran perintis dari Eropa membuka jalan, namun pada gilirannya secara intensif mendorong datangnya populas…
Di Bawah Lentera Merah menarasikan satu periode krusial dalam sejarah Indonesia yaitu ketika benih-benih gagasan kebangsaan mulai disemaikan, antara lain lewat upaya berorganisasi. Melalui sumber data berupa kliping-kliping koran antara tahun 1917-1920an dan wawancara autentik yang berhasil dilakukan terhadap tokoh-tokoh sejarah yang masih tersisa, penulisnya mencoba melacak bagaimana bentuk pe…