Jawa telah menjadi pusat kekuatan politik dan budaya di Nusantara sejak zaman Hindu-Buddha. Salah satu pusatnya adalah Surakarta, wilayah di mana pernah berdiri dua kekuatan politik: Kesunanan dan Mangkunegaran. Dalam cara mengelola pemerintahan dan pengembangan kebudayaan, Mangkunegaran lebih modern, dalam arti lebih banyak mendapat pengaruh Barat, terutama Belanda. Karakter ini dipilih Mangku…
Ada banyak alasan untuk tertarik pada kota Solo tahun-tahun 1900-1915, antara lain, dua pemerintahan (Kasunanan dan Mangkunegaran) mempunyai karakteristik yang berbeda. Sepertinya keduanya merupakan pendahulu dari Orde Lama yang suka simbol (mercusuar, nation building) dan Orde Baru yang pragmatis (pembangunan ekonomi). Pemerintahan Kasunanan mementingkan simbol, pemerintahan Mangkunegara memen…
Buku ini tidak saja menyajikan soal buruh dan perburuhan, namun juga dinamika perkotaan kolonial dengan segala persoalan-persoalan sosialnya, mulai dari Depresi Ekonomi 1930-an, pengangguran di kalangan keturunan Eropa, prostitusi sampai kecemasan-kecemasan masyarakat. Ini merupakan bagian penting kehidupan di Hindia-Belanda yang masih belum mendapat perhatian sejarawan. Lewat tulisan ini, John…
Melalui bukunya ini, penulis berusaha menelaah sejarah perburuhan dengan mengambil kasus kehidupan koeli Cina di tambang timah Belitung, 1852-1940. Dari keseluruhan telaahan itu, penulis mencoba mengungkapkan secara panjang lebar tahap-tahap, proses, dan kekuatan-kekuatan yang terlibat di dalamnya sehubungan dengan kehadiran koeli Cina dan perkembangan industri timah yang dikelola oleh perusaha…
Koleksi artikel di dalam buku ini ditulis selama lebih dari dua dekade. Artikel pertama--yang terbit tahun 1981, merupakan awal dari tulisan penulis mengenai sejarah 15 tahun pertama organisasi buruh perkotaan di Jawa yang kemudian dibukukan pada 1986. Sedangkan esai yang terakhir, ditulis pada 2001, diselesaikan di sela-sela kesibukan pekerjaan administratif di University of New South Wales S…
Masa-masa akhir 1920an hingga akhir 1930an di Indonesia lebih banyak dilihat sebagai masa-masa yang lesu dan tidak menari--bukan hanya karena depresi ekonomi dunia ikut menghantam wilayah koloni, melainkan juga karena luapan aktivisme politik dari dekade sebelumnya ditumpas dan dikekang dengan ketat oleh pemerintah kolonial. Melacak sumber-sumber dari majalah-majalah terbitan serikat buruh, …
Max Havelaar, ditulis oleh Eduard Douwes Dekker, mantan Asisten Lebak, Banten, pada abad ke-19. Douwes Dekker terusik nuraninya melihat penerapan sistem tanam paksa oleh pemerintah Belanda yang menindas bumiputra. Dengan nama tema Multatuli, yang berarti aku menderita, dia mengisahkan kekejaman sistem tanam paksa yang menyebabkan ribuan pribumi kelaparan, miskin, dan menderita. Mereka diperas o…
Sebagai bekas wilayah jajahan Hindia-Belanda, sesungguhnya Indonesia disatukan oleh ekspansi dan operasi militer kolonial Belanda. Sejak awal, kekuatan militer yang menjadi tulang punggung penaklukan dan penyatuan wilayah Hindia-Belanda—yang kini menjadi Indonesia Modern—adalah tentara Eropa dari berbagai kebangsaan. Tetapi, jangan dilupakan, meski menjadi kawula jajahan, para prajurit Nusa…
Buku yang semula disertasi di Universitas Leiden ini adalah sejarah perlawanan Pangeran Nuku dari Tidore. Adalah menarik selain tak pernah berhenti memusuhi Belanda, Nuku juga bertempur melawan Sultan Tidore yang dilindungi Kompeni serta para pesaingnya yaitu Sultan Ternate dan Sultan Bacan. Nuku unggul sebab strategi dan kepemimpinannya berhasil membangun komunikasi lintas budaya dengan kelomp…
Buku ini bertujuan memberikan sebuah pengenalan dan wawasan mengenai Salatiga dari legenda hingga realitas sejarah yang pernah memiliki citra dan identitas sebagai 'de Schoonste Stad van Midden Java' yang berarti kota terindah di Jawa Tengah. Aspek-aspek yang dianggap relevan dengan citra dan identitas Salatiga tersebut mencakup bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang didukung melal…