Buku ini sedang mempercakapkan--dengan cakap--tentang kota Yogya dari masa lalu dengan cara menggairahkan; atau bahkan bikin heboh untuk masyarakat Indonesia masa kini. Maka, salah satu sumbangan buku Asti ini adalah memberi contoh kajian daftar peristiwa heboh tertentu yang (pernah) terjadi di Yogya, yang selanjutnya beberapa kehebohan tersebut diingat(ingatkan) secara modern sebagai citra Yogya.
Dari sisa ingatan dan catatan minim, mantan enam rekan (Freddy Lasut sudah almarhum) perjalanan Soe Hok-gie (27 tahun) dan Idhan Dhanvantari Lubis (20), berusaha menulis ulang kesaksian sebenarnya tragedi perjalanan pendakian ke Gunung Semeru, nun 40 tahun lalu. Aristides Katoppo (71): “Hok-gie terlalu cepat pergi, tapi kalau dia hidup dan sekarang sudah umur 67 tahun, apa dia tahan tidak …
Widjojo Nitisastro dikenal sebagai arsitek pembangunan ekonomi Indonesia pada era Orde Baru. Banyak orang menjuluki Widjojo dan Timnya sebagai "Mafia Berkeley". Sebutan ini tentunya mengundang banyak pertanyaan dan perdebatan. Namun, segala hasil positif dan negatif dari program Widjojo dapat masih kita rasakan sampai saat ini. Beliau pun saat ini masih menjadi penasihat bagi para petinggi nega…
Rosihan Anwar kembali berkisah tentang zaman revolusi kemerdekaan 1945-1949. Sebagai seorang wartawan, tiap sisi sejarah memiliki keunikan tersendiri. Dikisahkan bagaimana suasana Jakarta setelah proklamasi, Jakarta menjelang clash ke-1, dan peristiwa lainnya pada saat revolusi. Selain berisi laporan historis dari peristiwa-peristiwa seputar periode perang kemerdekaan, juga dikisahkan pengal…
Terbitnya buku ini diharapkan dapat melengkapi khazanah sejarah Indonesia khususnya sejarah seni rupa Indonesia. Buku ini ditujukan untuk pembelajaran berbagai tingkat dan program pendidikan seni rupa. Tidak berarti bahwa buku ini sudah merupakan bahasan sejarah seni rupa Indonesia yang lengkap, utuh, dan berkesinambungan.rnrnKesulitan untuk menyusun buku sejarah seni rupa Indonesia yang lengka…
Akhir Perang Dingin mengantar kita pada era baru politik internasional. Selama satu dekade lebih, bentuknya masih terlihat samar-samar. Banyak upaya memahaminya masih terpaku pada acuan lama. Kemudian terjadi serangan 11 September 2001, yang menghamparkan sebuah babak baru dalam perkembangan sejarah Amerika Serikat dan dunia. rnrnPemahaman kita tentang berbagai persoalan dalam era baru ini sela…
Pembagian kerajaan Mataram menjadi Surakarta dan Yogyakarta lebih berupa serangkaian proses ketimbang suatu peristiwa. Diawali dari pendakuan wilayah, proses ini berkembang menjadi sengketa bersenjata, perundingan-perundingan politis, upaya-upaya penyatuan melalui perkawinan, hingga akhirnya pengukuhan-pengukuhan identitas.rnrnProses rumit ini hanya mungkin berlangsung secara damai karena ada s…
Bengawan Solo lebih dari sekadar lagu yang melegenda. Sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa tersebut, saat ini menghadapi permasalahan yang sangat kompleks. Kerusakan ekologi yang parah: banjir besar di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau.rnBengawan Solo menjadi saksi bisu bagaimana manusia Indonesia memperlakukan secara ironis sumber kehidupan utamanya: air. Manusia begitu berga…
Berkah maupun bencana alam pada hakikatnya hanyalah jawaban atas tindakan yang telah ia terima dari manusia. Jika kita memperlakukan dan mengolah lingkungan alam dengan bijak, kita bakal menuai berkah yang melimpah; namun, sebaliknya, kalau alam diperlakukan dengan semena-mena, bisa dipastikan ia bakal melakukan pembalasan dengan mencurahkan seribu satu musibah.rnrnTulisan-tulisan dalam buku in…
Etimologi nama-nama tempat selalu menarik untuk dibahas. Asal usulnya menimbulkan banyak spekulasi. Salah satunya adalah nama Yogyakarta dan Malioboro. Apakah nama Malioboro berasal dari nama Duke of Marlborough pertama? Ataukah dari kata “mâlyabharin” dari bahasa Sanskerta yang berarti “berhiaskan untaian bunga”? Bagaimana dengan nama Yogyakarta sendiri? Apakah berasal dari kata “Ng…