Rudolf Mrázek berhasil mengungkapkan kejernihan analisis tentang kebebasan kolonialisme, nasionalisme, kesusastraan, revolusi, dan kemanusiaan. Berbagai gambaran perkembangan transportasi (dari sepatu, pembangunan jalan, hingga adanya sepeda motor), arsitektur (dari bangunan penjara hingga hunian ber-AC), teknologi optik (dari fotografi hingga deteksi sidik jari), gaya hidup modern (baju da…
Migration flows in the former Dutch colonial orbit created an intricate web connecting the Netherlands to Africa, Asia and the Americas; Africa to the Americas and to Asia; in the nineteenth century Asia to the Americas, with, in the post-second World War period, the direction of migration shifting to the Netherlands. Some of these migrations were voluntary, others were forced; they helped to c…
Membaca buku ini kita bukan hanya mengetahui bagaimana bahasa Sunda ditemukan, "dimurnikan" dan "didayagunakan" oleh Belanda dengan ide kolonialismenya atau bagaimana dampak melek aksara dan melek cetak terhadap pembentukan ilmu pengetahuan baru. Uraian di dalamnya juga memberikan gambaran yang rinci bagaimana suku Sunda menggeliat meniti gelombang modernitas yang melanda Nusantara pada paruh k…
Sejak didirikan Sir Stamford Raffles pada 1819, Singapura segera menarik perhatian para pelancong. Kota itu dijadikan persinggahan sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke wilayah Asia yang lain. Banyak kesan istimewa dikisahkan para pengunjungnya. Dalam buku ini, John Bastin, pakar sejarah Asia Tenggara, telah memilih kisah terbaik dari pelbagai sumber yang mampu mengajak pembaca mengikuti per…
Siapa bilang Indonesia dijajah 350 tahun? Bohong. Mitos belaka. Melalui buku ini GJ Resink sebagai sejarawan sekaligus penyair dan ahli hukum memaparkan bukti-bukti betapa semua itu konstruksi politik kolonial. Kebohongan 350 tahun dijajah dipopulerkan politisi Belanda, tetapi menjadi sangat dipercaya sebagai kebenaran sejarah ketika Sukarno kerap menggunakannya dalam pidato-pidato politik. Lan…
Berdasarkan Kovensi London 1814 dan Traktat London 1824, Pemerintah Hindia Belanda dituntut melaksanakan perdagangan bebas sebagai syarat pengembalian Nusantara dari tangan Inggris. Namun, pemerintah justru melanjutkan kebijakan monopoli yang dijalankan VOC. Benarkah perdagangan Makassar suram di bawah pengawasan VOC maupun Hindia Belanda? Mengapa Hindia Belanda enggan melaksanakan perdagangan …
Dalam lebih dari dua dasawarsa (1808-1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintahan kolonial baru didirikan--suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda.. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830), perseteruan itu berakhir dengan kekalaha…
Dalam lebih dari dua dasawarsa (1808-1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintahan kolonial baru didirikan--suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda.. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830), perseteruan itu berakhir dengan kekalaha…
Dalam lebih dari dua dasawarsa (1808-1830) tatanan lama Jawa dihancurkan dan sebuah pemerintahan kolonial baru didirikan--suatu peristiwa yang mendorong kekuatan identitas kembar, Islam dan kebangsaan Jawa, ke dalam suatu perseteruan sengit dengan gelombang imperialisme yang dibawa oleh gubernemen Hindia Belanda.. Dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830), perseteruan itu berakhir dengan kekalaha…