Bagaimana kita menciptakan masa depan bumi? Mengingat kemakmuran kita tergantung pada pembangunan ekonomi global yang berkelanjutan menurut lingkungan hidup, maka putusan - putusan kebijakan yang kita hasilkan selama decade ini kelak menentukan apakah anak cucu kita akan hidup di dalam sebuah dunia yang makmur atau mengalami kemerosotan. Buku ini mencoba memaparkan upaya-upaya manusia di bumi u…
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih menjadi Presiden Keempat RI sebagai figur perekat berbagai komponen bangsa yang saat itu sedang terkoyak. Tetapi, perjalanan politik presiden yang kiai ini ternyata berlika-liku. Berbagai pernyataannya kerap kontroversial dan menimbulkan teka-teki. Humor-humor politik yang sering ia lontarkan kian membingungkan banyak orang. Apakah pernyataan kontroversial i…
Apakah benar sejarah dapat menyisakan misteri? Apakah karena dimanipulasi penguasa ataukah memang datanya yang belum lengkap? Penulis buku ini, Asvi Warman Adam, menguak secara obyektif misteri-misteri sejarah yang selama ini belum diungkapkan pada buku yang lain, sehingga misteri tersebut diharapkan mendapat titik terang. Seperti halnya, di mana makam pahlawan nasional Tan Malaka? Benar…
Buku ini merupakan catatan/memoar perjalanan dan pengalaman hidup Horst Henry Geerken selama 18 tahun (1963-1981) di Indonesia. Tentang perjalanan dinas sebagai kepala kantor perwakilan perusahaan telekomunikasi Jerman yang berubah menjadi perjalanan sejarah dari Sabang dan Merauke. Ia menjadi saksi berbagai peristiwa politik dan ekonomi yang menegangkan, namun kadang juga jenaka, di Indonesia …
Buku Prof. Dr. Kapitsa M. S. dan Dr. Maletin N. P. adalah sebuah langkah pertama dalam literatur Soviet yang menganalisa riwayat hidup dan kegiatan politik Bung Karno, yang mereka nilai sebagai salah seorang yang terkemuka dari para pejuang pembebasan nasional Indonesia, sosok yang telah memberikan andil yang sangat besar baik dalam perkembangan kesadaran kebangsaan rakyat Indonesia maupun dala…
Buku ini merupakan karya sarjana Tiongkok, Cheng Xi. Semula terbit di Beijing (2005) untuk memperingati ulang tahun ke-50 diselenggarakannya Konferensi Bandung, dan ditandatanganinya ''Perjanjian Tentang Dwikewarganegaraan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Republik Indonesia''. Terbitnya buku edisi bahasa Indonesia ini diharapkan antara lain akan dapat memperbanyak orang yang mengerti tentang…
Catatan rekam jejak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada masa kritis 1963-1966, masa kepemimpinan Sulastomo. Sebagai kekuatan anti komunis, HMI menjadi sasaran bidik Partai Komunis Indonesia yang mendesak Presiden Sukarno agar organisasi mahasiswa itu dibubarkan. Walau HMI adalah organisasi independen, kaum komunis selalu menudingnya sebagai onderbouw Masyumi, yang pada 1960 dinyatakan sebagai…
Pada 17 Agustus 1950, di Jakarta, sejumlah seniman dan politikus membentuk Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Melalui konsep seni untuk rakyat, Lekra mengajak para pekerja kebudayaan mengabdikan diri untuk revolusi Indonesia. Hubungannya yang erat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) menyeret lembaga ini ke tengah pusaran konflik politik. Ketika PKI digdaya, yang bukan Lekra diganyang. Seb…