Text
Hubungan Luar Negeri Taiwan: Penentu Kebijakan dan Studi Kasus
Kajian dan ketertarikan akademis tentang Taiwan tidak diiringi dengan ketersediaan sumber bacaan yang mudah diakses, terutama yang ditulis dalam bahasa Indonesia. Sudah tentu kelangkaan bacaan ini sangat disayangkan; mengingat hubungan ekonomi dan sosial budaya (termasuk di dalamnya pendidikan) antara kedua negara (Indonesia-Taiwan) meningkat terus dari tahun ke tahun. Pemahaman yang lebih baik tentang Taiwan akan meningkatkan kualitas hubungan, khususnya kepemerintahan, swasta, dan juga perorangan di antara kedua pihak.
Buku ini dibagi dalam dua bagian. Bagian pertama melihat hubungan luar negeri dari aspek konseptual dan keseluruhannya ditulis oleh Taufiq Tanasaldy. Fokus bagian ini meneliti faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi arah dan pergerakan hubungan luar negeri Taiwan. Setidaknya ada tiga determinan utama. Pertama, tentang pengaruh demokratisasi dalam negeri yang dibahas di Bab 2. Bab 3, kemampuan ekonomi Taiwan ternyata pada periode tertentu berhasil memperbaiki derajat negara ini di mata internasional, vis-i-vis RRC. Bab 4 membahas determinan terakhir yang sangat penting, yaitu kebijakan RRC dalam mengantisipasi dan menanggapi ‘isu Taiwan’.
Bagian kedua lebih menyorot pada studi kasus bilateral atau bahkan trilateral dengan Taiwan. Rangga Aditya Elias menilik hubungan ekonomi dengan Indonesia di Bab 5. Selanjutnya, Broto Wardoyo meneliti hubungannya dengan Asia Tenggara, termasuk kebijakan Selatan dai masa Presiden Lee Teng-hui sampai dengan Tsai Ying-wen. Pada Bab 7, Natalia Soebagjo menulis tentang pasang surut hubungan segitiga Taiwan, RRC, dan Amerika Serikat. Bab terakhir ditulis oleh Paramitaningrum yang mengkaji perkembangan hubungan Taiwan dan Uni Eropa.
No other version available