Online Public Access Catalog

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Kekerasan Ekstrem Belanda di Indonesia: Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949
Bookmark Share

Text

Kekerasan Ekstrem Belanda di Indonesia: Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949


Aksi kekerasan yang insidental atau tindak kekerasan ekstrem non struktural? Sejak 1969, Pemerintah Belanda berpendirian bahwa angkatan bersenjata di bawah Komandan Tentara Spoor secara keseluruhan telah bertindak secara tepat selama perang kemerdekaan Indonesia (1945-1949). Ekses-ekses insidental terjadi hanya sewaktu-waktu di beberapa unit khusus yang kecil, seperti dinas-dinas intelijen dan satuan-satuan komando Kapten Westerling. Menurut Belanda, praktik kekerasan ini juga harus dipahami dalam konteks muslihat perang yang lepas kendali di pihak Indonesia. Dengan alibi itu, maka perbuatan-perbuatan kekerasan berlebihan seperti pembantaian, penyiksaan, pembakaran, dan penjarahan hanya dipandang sebagai pengecualian semata. Hal ihwal ini tidaklah terjadi secara sistematis. Melalui siasat untuk menutupi fakta ini dan masyarakat Belanda yang turut diam, konflik itu dalam jangka yang lama dinilai sebagai perang yang relatif 'bersih'.

Namun, sejarawan Swiss-Belanda Rémy Limpach dalam buku ini sukses melakukan pembuktian terbalik. Penelitian ini semula dilakukan untuk penulisan disertasinya yang diterbitkan pada 2016. Limpach mendedahkan bahwa militer Belanda di Indonesia tidak melakukan tindakan kekerasan ekstrem yang insidental, melainkan aksi kekerasan ekstrem yang struktural. Dalam buku yang cemerlang ini terbukti, bahwa laku kekerasan ini digunakan oleh koalisi-koalisi yang terkelindan antara para pelaku militer dan sipil dari berbagai jenjang pangkat. Ulah kekerasan eksesif yang disetujui oleh elite militer yang masabodoh, juga bukanlah fenomena kebetulan, tetapi sudah meresap dalam warna-warni mentalitas struktural dan budaya yang mendorong terjadinya perilaku kekerasan dari angkatan bersenjata Belanda. Riset sejarah Limpach ini didasarkan pada sejumlah besar sumber resmi dan khusus yang langka digunakan oleh para sejarawan sampai sekarang. Buku ini merupakan ringkasan dari disertasi tebal yang meneliti tindakan kekerasan ekstrem Belanda yang didasarkan pada empat studi kasus, yakni menurut bentuk-bentuk, upaya menutup-nutupi, penghukuman, dan motifnya. Di samping itu, juga dibahas tentang bergulirnya perang Belanda-Indonesia, penyebab, dan pertanggungjawaban atas tindak kekerasan massal oleh Belanda.

Sekitar 5.000 prajurit Belanda dan setidaknya 100.000 orang Indonesia telah tewas akibat Perang Belanda-Indonesia. Pada pertempuran ini, Belanda mengerahkan tidak kurang dari 220.000 tentara ke medan laga, yang menjadi perang terbesar di seberang lautan dalam sejarah Belanda. Bagi Indonesia, yang melancarkan 'perang rakyat semesta' dalam masa konflik itu, kemenangan pada 27 Desember 1949 membawa Indonesia pada kepastian kemerdekaan yang diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945.

Dalam beberapa dekade terakhir, di Belanda, terjadi debat publik mengenai perang kemerdekaan Indonesia yang berfokus pada penggunaan aksi kekerasan yang ekstrem. Untuk waktu yang lama, kesadaran bahwa tindak kekerasan ini juga merupakan bagian dari sejarah nasional Belanda tersumbat oleh pemikiran khalayak, bahwa peran pelaku tidak sesuai dengan citra diri orang Belanda. Sejak Perang Dunia Kedua, di Belanda hanya ada ruang untuk berperan sebagai pihak yang menjadi korban. Akan tetapi, pelbagai pembongkaran melalui media, perkara-perkara hukum, permintaan maaf resmi, pameran-pameran, literatur, dan penelitian historiografi seperti tertulis dalam buku yang sedang Anda baca ini, perlahan-lahan membuat citra diri Belanda mulai goyah.


Availability
#
humalib RD 959.803 Lim k
B0058D
Available but not for loan - No Loan
Detail Information
Series Title
-
Call Number
RD 959.803 Lim k
Publisher
Jakarta : Yayasan Obor Indonesia., 2019
Collation
xxviii + 224 hlm.; 14,5 x 21 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024337919
Classification
959.803
Content Type
digital text
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
Cet. 1
Subject(s)
Indonesian History
Colonialism
Indonesian Revolution
War
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
Rémy Limpach
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

Humaliterasi is a library that has a collection of alternative books in Rangkasbitung.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?