Di Pulau Bangka proses silang budaya dan pembauran antaretnis berlangsung dengan sangat unik. Disana dikenal istilah "thong ngin fan ngin jit jong", artinya Tionghoa maupun pribumi sama saja. Lebih dari 300 tahun lamanya etnis Tionghoa dan Melayu berbaur dan berinteraksi dengan harmonis. Buku ini memperkenalkan sosok masyarakat Tionghoa Bangka yang masih mempertahankan kultur dan tradisi. Ki…
Sejak menjejakkan kaki di Bandara Schiphol, Belanda, dan udara dingin menyambutnya, Kara tak lagi merasa asing. Mungkin, karena ia pun telah lama lupa dengan hangat. Belasan ribu kilometer dari orang-orang tercinta, ia berharap bisa bersembunyi. Dari masa lalu, luka, dan cinta. Nyatanya, semua itu harus ia temukan lagi dalam kotak tua yang teronggok di sudut kamarnya. Kini, Kara tahu: Ibu ya…
Sebelum era kemerdekaan, peranakan Tionghoa, terpecah menjadi tiga kelompok dalam orientasi politik mereka, namun sokongan terhadap nasionalisme Indonesia merupakan aliran yang utama. Semangat nasionalisme Indonesia di antara peranakan Tionghoa lebih menguat setelah Indonesia merdeka. Mereka telah memberikan andil yang cukup besar dalam pembangunan Nasion Indonesia. Buku ini menghimpun hasi…
Buku ini menjadi sebuah karya yang memiliki kontribusi terhadap kajian Tionghoa khususnya di Singkawang. Kajiannya mengenai permukiman masyarakat Tionghoa Singkawang sangat komprehensif. Ia dengan lihai-nya mampu mengungkap sejarah awal masuknya orang Tionghoa di Singkawang, perkembangan sosial dan permukiman yang biasanya dikenal sebagai pecinan". Historisitas dalam buku ini memegang peranan p…
There are few stories more remarkable than the evolution of life on earth. This Very Short Introduction presents a succinct guide to the key episodes in that story - from the very origins of life four million years ago to the extraordinary diversity of species around the globe today. Beginning with an explanation of the controversies surrounding the birth of life itself, each following chapt…
The southeastern part of Kalimantan changed dramatically during the late nineteenth and early twentieth centuries. Economic expansion transformed this region from the tranquil homeland of the Dayaks of interior Borneo into a dynamic centre of production for foreign export markets. At first, immigrant pioneers from Europe led the way, but soon the incentive to change came to rest with the local …
Bagian Timur dan Selatan Kalimantan berubah secara dramatis selama akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh. Ekspansi ekonomi mengubah daerah ini. Dari tanah yang tenang pedalaman Kalimantan orang Dayak menjadi pusat dinamika produksi untuk pasar ekspor luar negeri. Awalnya, imigran perintis dari Eropa membuka jalan, namun pada gilirannya secara intensif mendorong datangnya populas…
Bukan masalah Miangas atau Las Palmas, karena selain dua sebutan itu, pulau kecil di wilayah administratif provinsi Sulawesi Utara, perbatasan Indonesia--Filipina juga memiliki sejumlah nama lokal. Menarik, karena pulau yang ernah dipersengketakan Amerika Serikat (yang kala itu menjajah Filipina) dengan Kerjaan Belanda (yang juga menjajah Nusantara atau Hindia Belanda) dan diputuskan oleh Dr. M…
Buku ini memuat hasil penelitian penggambaran figur laki-laki bertopi di relief candi-candi Jawa Timur zaman Majapahit (sekitar 1300-1500 M). Penulis menelusuri apa yang disebutnya sebagai ''figur bertopi'' di banyak candi dan memperoleh hasil yang mengejutkan tentang makna dan fungsinya. Figur bertopi--yang menampilkan rakyat biasa, nelayan, prajurit, bangsawan, dan terutama Pangeran Panji, pa…
Siapakah Raja Majapahit terakhir? Kapankah Kerajaan Majapahit runtuh? Buku ini menjawab pertanyaan penting itu. Hasan Djafar sebagai salah satu arkeolog terkemuka Indonesia menguak bagaimana keluarga Kerajaan Majapahit terlibat perang perebutan takhta pasca kematian Hayam Wuruk dan akhirnya mengalami kemunduran di awal abad ke-16. Termasuk juga peranan daerah pasisir, terutama Kerajaan Islam De…