Di Bawah Lentera Merah menarasikan satu periode krusial dalam sejarah Indonesia yaitu ketika benih-benih gagasan kebangsaan mulai disemaikan, antara lain lewat upaya berorganisasi. Melalui sumber data berupa kliping-kliping koran antara tahun 1917-1920an dan wawancara autentik yang berhasil dilakukan terhadap tokoh-tokoh sejarah yang masih tersisa, penulisnya mencoba melacak bagaimana bentuk pe…
Soe Hok Gie adalah aktivis mahasiswa yang berada di barisan terdepan aksi-aksi demonstrasi menentang Demokrasi Terpimpin. Namun, ia juga mengkritik keras pembantaian komunis dan korupsi oleh rezim Orde baru. Keresahan Gie atas kondisi masa peralihan 1965/1966 membuatnya terkucil. Idealisme tak sesuai dengan kenyataan yang diharapkannya. Ia gelisah, merasa sendirian, dan frustrasi. Maka ia memil…
Madiun 1948, PKI di bawah pimpinan Musso melakukan pemberontakan hebat. Ini kali kedua PKI melakukan perlawanan bersenjata setelah apa yang mereka lakukan pada 1926. Akibat pemberontakan tersebut, ribuan jiwa melayang. Mereka bukan saja rakyat yang tidak berdosa, melainkan juga para pelakunya. Peristiwa yang kemudian disebut sebagai Madiun Affair ini ternyata sangat menarik perhatian Soe Hok…
Zaman Peralihan adalah kumpulan tulisan Soe Hok Gie tentang kondisi Indonesia di era peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto. Rangkaian sejarah yang menunjukkan pada kita bahwa zaman boleh beralih, namun akar dari semuanya tak boleh tercerabut, yaitu kemanusiaan kita sebagai bangsa. Ini akan menjadi penuntun jalan kita untuk pulang dan mengeja kembali kebangsaan kita di antara carut marut dan …
Zaman Peralihan adalah kumpulan tulisan Soe Hok Gie tentang kondisi Indonesia di era peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto. Rangkaian sejarah yang menunjukkan pada kita bahwa zaman boleh beralih, namun akar dari semuanya tak boleh tercerabut, yaitu kemanusiaan kita sebagai sebuah bangsa. Ini akan menjadi penuntun jalan kita untuk pulang dan mengeja kembali kebangsaan kita di antara carut mar…
Dari sisa ingatan dan catatan minim, mantan enam rekan (Freddy Lasut sudah almarhum) perjalanan Soe Hok-gie (27 tahun) dan Idhan Dhanvantari Lubis (20), berusaha menulis ulang kesaksian sebenarnya tragedi perjalanan pendakian ke Gunung Semeru, nun 40 tahun lalu. Aristides Katoppo (71): “Hok-gie terlalu cepat pergi, tapi kalau dia hidup dan sekarang sudah umur 67 tahun, apa dia tahan tidak …
Nilai persatuan Islam sebagai sebuah topik bagi penelitian ilmiah tidak terletak pada organisasinya, karena ia kecil dan tidak kukuh, juga tidak terletak pada partisipasinya dalam kehidupan politik Indonesia selama lima puluh tahun, karena aktivitasnya bersifat insidental dan pinggiran bagi arus utama perkembangan politik. Walaupun perannya dalam pendidikan agama memberikan pengaruh kepada umat…
Ini merupakan buku serius pertama tentang orang Cina Khek di Singkawang, Kalimantan Barat. Dikerjakan selama 15 tahun, penulisnya siap dengan berbagai data. Ia menghimpun data seluk-beluk orang Cina di berbagai tempat di Indonesia, Singapura, dan Belanda. Ia juga terjun ke lapangan mewawancarai orang Cina Khek yang masih diliputi trauma terhadap konflik antara ABRI melawan Pasukan Gerilya Rakya…
Examines the theory and practice of kingship in the Later Mataram Period (16th to 19th centuries). The author takes an integrated approach in which each factor is studied from the importance of its functioning to the state, its place in the state organization, and its interaction with the other factors surveyed. Various chapter headings survey such diverse topics as the magical/religious implem…
Buku ini, yang merupakan salah satu karya H. J. de Graaf tentang sejarah Mataram, secara khusus menyoroti masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) dan sedikit mengenai pendahulunya, Panembahan Sedaing-Krapyak (1601-1613). Diungkapkan bahwa, dengan politik ekspansi Sultan Agung, Mataram berhasil melebarkan radius kekuasaan dan pengaruhnya. Upaya menghalau VOC, misalnya, meskipun gagal, telah m…